![]() |
| photo by : https://pixabay.com/en/paint-makeup-girl-cosmetics-color-2985569/ |
Kalau orang-orang Indonesia ditanya definisi cantik,
kebanyakan dari mereka pasti bilang, “putih, tinggi, langsing, berambut panjang
dll.” Isu tentang persepsi cantik ini memang udah banyak dibahas dimana-mana, tapi
kali ini aku cuma mau memberikan sedikit opini dari sudut pandangku. So here we go!
Jadi seperti yang sudah banyak
orang bilang juga bahwa cantik itu nggak cuma tentang fisik, mereka berarti
orang yang udah melihat berbagai sudut pandang. Dari yang pernah aku baca di
internet dan nonton di tv, sebenarnya setiap Negara punya persepsi standar
kecantikan masing-masing. Contohnya di Jepang, perempuan akan dianggap lebih
cantik kalau dia punya gigi gingsul. Sedangkan di Korea, ciri khas perempuan
cantik itu dinobatkan kepada mereka yang punya wajah kecil dan rahang yang
berbentuk V.
Kalau standar kecantikan di
Indonesia sendiri sampai saat ini (2018) banyak yang mengasumsikan dengan putih,
tinggi, langsing itu. Dari persepsi itu, akhirnya
muncul industri atau usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan akan “kecantikan”
mulai dari produk makeup yang makin banyak macemnya sampai klinik-klinik
kencantikan yang punya berbagai program supaya kulit dan wajah terlihat lebih
cantik. Kalau di Indonesia sendiri, rata-rata anak remaja Indonesia lebih suka
pake skin care ataupun makeup product dari korea seperti lip tint, bb cream and any other things
that Korean actress use for their daily makeup. Sedangkan kalau wanita yang
lebih dewasa, mereka lebih sering sulam alis, bikin pipi tirus, dan suntik
botox wajah biar tetep kencang.
Apakah salah perempuan pake make
up atau suntik filler bibir biar tebel dll? Sebenernya sih itu suka-suka yang
punya muka, karena mereka nggak minta-minta uang ke kita juga hehe. Tampil
cantik itu pasti keinginan semua perempuan tapi persepsi orang-orang tentang
“cantik” itu lebih mendorong mereka untuk membentuk diri jadi sesuai apa yang
dipersepsikan orang-orang di lingkungannya. Contohnya nih ketika ada seorang
cewek yang nggak pake makeup sedikitpun di lingkungan orang-orang yang
bermakeup, komentar yang cenderung muncul kurang lebih:
“Kok mukanya kusam gitu”
“bibirnya pucet amat mba”
“Coba pake lipstick sedikit deh
biar keliatan lebih fresh dll.”
Sekarang coba kita balik
kondisinya, ada seorang cewek yang hobi pake makeup, tapi lingkungan sekitarnya
termasuk tipe orang yang cuek dan gak suka pake makeup. Komentar yang muncul
kurang lebih:
“Ih mau kemana sih pake makeup
segala”
“terlalu menor tuh makeupnya”
“pake makeup pasti nutupin
jerawat tuh”
Jadi kesimpulannya adalah :
1.
Mau pake makeup atau nggak itu hak setiap orang,
yang penting nggak merugikan orang lain.
2.
Cantik itu cuma kata sifat yang persepsinya bisa
aja beda-beda.
3.
Buat yang mau bisnis kecantikan, bisa observasi
standar kencantikan di lingkungan yang jadi sasaran. Kalau disuatu daerah
cantik itu berkulit coklat atau sawo matang, berarti jangan jual obat pemutih
hehe
"Beauty is just a perception. Plastic Surgery and any other kind of those will always grow
as long as many girls want to change their body." -Mutiara Rizky S

