Antara Mahasiswa dan Kreativitas
Agustus 06, 2017![]() |
| photo : www.pexels.com |
Mahasiswa
selalu identik dengan sebutan anak yang terpelajar dan idealis. Sebutan
tersebut dapat muncul karena julukan mahasiswa memiliki arti tersendiri yaitu
berasal dari kata maha yang berarti sangat atau besar dan siswa yang berarti
murid. Jadi sudah selayakmya mahasiswa itu memiliki pengetahuan yang lebih dari
siswa yang belajar di sekolah menengah ataupun dasar. Mahasiswa dituntut untuk
berpikir lebih besar dan peka terhadap lingkungan sekitarnya, sebab mahasiswa
lah yang akan membangun dan membawa perubahan bagi bangsa.
Namun saat
ini, menjadi seorang mahasiswa yang sekedar menempuh pendidikan di universitas
saja tidak cukup. Apalah arti sebuah gelar mahasiswa jika mahasiswa tersebut
masih acuh terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Banyak mahasiswa yang saat
ini merasa cukup untuk menuntut ilmu di universitas dan menganggap mendapatkan
nilai tinggi merupakan sebuah bonus. Lalu muncul sebuah istilah mahasiswa
kupu-kupu, bagi mereka yang aktivitasnya hanya kuliah dan pulang, begitu
sebaliknya. Hal ini menyebabkan mahasiswa menjadi tidak kreatif karena
pembelajaran di dalam kampus sering kali hanya berupa teori, sedangkan untuk mempraktikannya
dibutuhkan motivasi dari mahasiswa itu sendiri.
Sebelum
memahami betapa pentingnya menjadi mahasiswa yang kreatif, kita perlu
mengetahui terlebih dahulu seperti apa ciri-ciri orang yang kreatif. Menurut
Guilford, seorang ahli yang berkecimpung dalam penelitian intelegensi
menjelaskan bahwa orang yang memiliki kemampuan berpikir kreatif memiliki
beberapa ciri, yaitu adanya kelancaran dan kemampuan menghasilkan banyak
gagasan, adanya fleksibilitas atau kemampuan untuk menggunakan berbagai pendekatan
dalam mengatasi masalah, adanya pengembangan, dan kemampuan untuk merumuskan
suatu pengertian dengan sudut pandang yang berbeda. Sedangkan menurut S.C.
Utami Munandar, orang yang kreatif dapat dilihat dari caranya yang bebas dalam
menyampaikan pendapat, tidak mudah terpengaruh orang lain, senang mencoba
hal-hal yang baru serta memiliki daya imajinasi yang kuat.
Mengapa
setiap orang terutama mahasiswa harus memiliki kreativitas? Hal itu tentunya
harus dimiliki mahasiswa saat ini sebab persaingan dalam berbagai bidang begitu
ketat. Berbeda dengan era 90an, dimana mahasiswa belum sebanyak seperti
sekarang ini. Untuk itu, kreativitas menjadi modal utama seorang mahasiswa
untuk mengembangakan diri serta berperan penting untuk membuat bangsa menjadi
lebih maju. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi muda sebagai
agen perubahannya. Meskipun peranan mahasiswa mengalami sedikit pergeseran
tujuan yang hanya mengejar gelar sarjana, namun banyak pula yang sudah
berkontribusi bagi masyarakat seperti hadirnya beberapa komunitas penggiat
lingkungan dan komunitas mengajar bagi anak-anak jalanan.
Pada saat
ini, mahasiswa sangat mudah untuk menggali dan menjukkan kreativitas yang
mereka punya. Dengan kecanggihan teknoligi dan informasi, mahasiwa dapat memanfaatkannya
sebagai ajang unjuk diri. Terdapat beberapa anak muda yang berhasil
mengembangakan kreativitas dan menemukan peluang dalam berbagai bidang, entah
itu seni, bisnis, fashion atau apapun yang sesuai dengan hobi mereka. Dalam
bidang seni, banyak mahasiswa yang mengunggah videonya sedang bernyanyi,
memainkan alat musik, melukis dan yang lainnya. Sedangkan dalam bidang bisnis,
banyak mahasiswa yang memulai menjadi entrepreneur sesuai minatnya. Ada
beberapa yang memilih berbisnis pakaian, kuliner, dan asesoris. Adapun yang
memilih menjadi socialpreneur, yaitu seseorang yang melakukan kegiatan
entrepereur dengan memberdayakan masyarakat dan memperhatikan lingkungan
sekitarnya, contohnya seperti munculnya bank sampah, ataun usaha kerajinan
dengan menggunakan koran bekas sebagai bahan utamanya. Hal ini menunjukkan
bahwa anak muda Indonesia sudah mulai peduli terhadap dirinya, lingkungan, dan
berpikir tentang masa depannya.
Walaupun
kebanyakan mahasiswa masih meningkatkan kreativitasnya dalam bidang yang terbilang
sederhana, mereka secara tidak langsung sudah berkontribusi untuk menciptakan
keadaan yang lebih menyenangkan. Sebenarnya, universitas yang ada di Indonesia
sudah menyediakan fasilitas yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan
kemampuan lain selain bidang akademis seperti adanya UKM dengan berbagai
bidang. Namun semua itu semua kembali lagi kepada pribadi mahasiswa itu
masing-masing, apakah ia ingin mengubah dirinya atau tidak. Keinginan dalam
diri seseorang memang tidak dapat dipaksakan. Tanpa tekad yang kuat, banyak hal
yang mungkin terhambat dan tidak dapat terlaksana dengan baik. Selain itu,
faktor kemalasan juga menjadi hambatan utama untuk berpikir kreatif. Banyak
orang yang mungkin memiliki ide-ide kreatif, tapi hanya sedikit diantara mereka
yang mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah kenyataan. Jangankan mewujudkannya,
memikirkannya pun terkadang sudah malas. Masalah lainnya adalah pola pikir
mahasiswa yang cenderung terpatok terhadap sesuatu serta tidak terbukanya
pikiran untuk sesuatu hal yang baru juga menjadi penghambat terciptanya
kreativitas.


0 komentar