Kamu Cuma Dateng kalau Ada Maunya
November 17, 2015![]() |
Salah satu kalimat yang sering kali di like
orang-orang, khususnya remaja adalah kamu cuma dateng kalau ada maunya. Satu
kalimat ini cukup mewakili banyak perasaan umat remaja yang penuh rasa
galau. But the question is, kenapa para
remaja ini mempermasalahkan kalimat tersebut? Bukankah setiap manusia yang
mendatangi orang lain itu memang ada maunya? Think again.
Salah satu contoh sederhana adalah ketika kita
ingin menceritakan pengalaman atau rahasia yang kita miliki. Kita ngga mungkin dong memilih orang sembarangan untuk
mendengarkan rahasia kita. I think it’s impossible if you choose somene you
haven’t known. Maka dari itu, kita
mencari teman terbaik kita untuk menjadi
pendengar. Sesudah segala cerita selesai, pasti kamu akan pergi, entah itu
mencari orang lain ataupun melakukan aktivitas lainnya. Kapan tepatnya kamu akan kembali datang pada
teman kamu itu? Pasti saat kamu ingin mulai bercerita lagi pada temanmu itu.
Contoh kedua
Kamu adalah orang yang pintar di kelas. Saat ada
tugas matematika yang sulit, pasti temen-temen akan dateng ke kamu dan minta
bantuan. Setelah selesai, apa yang akan mereka lakukan? Mungkin saja mereka
harus pergi karena masih banyak tugas yang harus dikerjakan atau
mungkin mereka akan mengobrol denganmu di lain waktu.
Contoh lainnya
Kamu pasti pergi ke tempat makan, entah itu cafe,
restoran atau warteg, ketika kamu lapar. Saat itu, meja yang kamu duduki penuh
dengan piring-piring kotor. Lalu kamu memanggil pegawai di sana untuk membereskan
meja tersebut. Ketika makanan datang, kamu memakannya dengan lahap. Setelah
kenyang, kamu pasti akan pergi dari tempat itu dan keesokan harinya ketika kamu
lapar lagi, kamu pasti datang kembali.
Pernahkah para pegawai disana berkata, “Kamu Cuma datang kalau ada
maunya”?
Kamu pergi kesekolah untuk mendapatkan ilmu dari
guru-guru yang mengajar di sana. Setelah bell pulang berbunyi, kamu akan pulang
dan kembali lagi ke sekolah keesokan harinya. Akankah seorang guru berkata
seperti ini, “Kamu Cuma datang ketika ada maunya (menuntut ilmu)?”
Intinya adalah setiap orang pasti akan datang dan
pergi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Mereka datang kepada kita karena mereka tahu
bahwa kita memiliki keahlian atau sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.
Janganlah menyebut orang lain yang datang pada kita Cuma kalau ada maunya,
karena tanpa kita sadari, kita pun datang pada orang lain Cuma kalau ada
maunya. Berpikirlah positif. Kalau kita merasa dimanfaatkan oleh orang-orang di
sekitar kita, cukup katakan TIDAK dan jelaskan yang sebenarnya kamu rasakan
terhadap tingkah laku atau sikap mereka.


0 komentar